Real Madrid Sedang Usaha Dapatkan Otak Dibalik Juaranya Lille

Gebrakan dilakukan Lille pada musim ini dengan menjuarai Ligue 1, dan Real Madrid dikabarkan siap membajak faktor penting di balik kisah sukses Les Dogues.

Real Madrid sekarang ini belum memiliki pelatih kepala sepeninggal Zinedine Zidane yang memilih mundur dari kursi manajer Los Blancos. Namun, Real Madrid akan merajut kembali kesuksesan sepertinya sudah digenggam para petinggi klub.

Langkah awal dari komplotan Florentino Perez adalah memboyong otak di balik kesuksesan Lille menggebrak panggung Ligue 1 musim ini dengan menjadi juara. Bukan Christophe Galtier yang ingin diboyong ke Santiago Bernabeu, melainkan Luis Campos.

Siapa Luis Campos?

Luis Campos adalah sosok penting di balik kesuksesan Lille meraih gelar Ligue 1 musim 2020/21. Pria asal Portugal kelahiran 56 tahun lalu ini bukan berposisi sebagai pelatih atau manajer, melainkan seorang direktur teknik.

Sumber Goal membeberkan informasi bahwa komunikasi intens para petinggi Real Madrid sudah terjalin dengan Campos sejak dua bulan terakhir. Segalanya dilakukan secara diam-diam, dan pembicaraan lebih jauh akan terjadi pekan depan.

Dengan telah resminya Zidane hengkang dari kursi panas manajer Real Madrid, pembicaraan dengan agen Luis Campos akan semakin dalam dan kesepakatan diharapkan bakal terjadi dalam waktu dekat untuk membawa Campos kembali ke Real Madrid.

Punya Pengalaman Di Real Madrid..

Ya, Luis Campos pernah mengisi jabatan sebagai pencari bakat Real Madrid pada 2012/13. Bahkan lebih jauh lagi, dirinya pernah menjadi salah satu tim analisis taktik dari Real Madrid ketika masih ditukangi oleh manajer asal Portugal, Jose Mourinho.

Otak Campos sejalan dengan keinginan Real Madrid untuk memperbaharui regenerasi skuad mereka. Campos punya kisah sukses di Prancis sebelum bersama Lille, ia pun punya peran besar menemukan bakat seorang superstar muda Prancis saat ini, Kylian Mbappe.

Diperkirakan dengan keberadan Campos di Real Madrid, maka mereka akan lebih mudah menggaet seorang Mbappe yang saat ini sudah punya angan untuk pergi dari Paris Saint-Germain untuk mencari tantangan yang lebih menarik.

Kedekatan Campos dan Mbappe terjalin ketika Campos menjabat sebagai direktur olahraga kemudian direktur teknis di Monaco. Campos jadi alasan kuat mengapa Monaco sempat berjaya dan sempat menyentuh empat besar Liga Champions, yakni pada 2017, namun kalah dari Juventus.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *