Gempa Dahsyat Mengguncang Sulawesi, Tewaskan 42 Orang, Ratusan Orang Luka-Luka

Sedikitnya 42 orang tewas dan ratusan lainnya terluka setelah gempa berkekuatan 6,2 skala Richter melanda pulau Sulawesi Jumat pagi, kata badan mitigasi bencana negara itu. Pusat gempa, yang melanda pada 1:28 pagi waktu Jakarta , berada enam kilometer (3,7 mil) timur laut kota Majene, pada kedalaman 10 kilometer (6,2 mil), menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Indonesia. Tiga puluh empat orang tewas di kota Mamuju, sebelah utara pusat gempa, sementara delapan lainnya tewas di Majene. Di Majene, sedikitnya 637 orang terluka dan 15.000 penduduk mengungsi, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ribuan warga meninggalkan rumah mereka untuk mencari keselamatan setelah gempa, yang dirasakan kuat selama lima hingga tujuh detik dan merusak setidaknya 300 rumah di Majene, kata BNPB. Bangunan lain juga rusak parah, termasuk kantor komando militer di Majene, dan hotel serta gedung pemerintahan di Mamuju. Banyak orang masih terjebak di bawah bangunan yang runtuh, menurut tim pencarian dan penyelamatan setempat.

“Prioritas kami adalah menyelamatkan korban yang masih terkubur di bawah bangunan,” kata Safaruddin Sanusi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sulawesi Barat, kepada CNN, Jumat. “Misalnya di [Kantor Gubernur Sulbar] kami masih berusaha mengevakuasi dua satpam yang terjebak di dalam.” Hampir setengah dari bangunan di Mamuju telah musnah akibat gempa, tambahnya. “Sebagian besar orang di kota Mamuju sekarang mengungsi. Mereka takut tinggal di rumah mereka.” Kepala komunikasi juga mengatakan gempa telah merusak empat rumah sakit terbesar di Mamuju. “Rumah Sakit Mitra Manakarra rata dengan gempa ini, sementara tiga lainnya, RS Pusat Mamuju, RS Bhayangkara dan RS Regional juga dalam keadaan buruk,” katanya. “Kami membutuhkan lebih banyak peralatan pelepasan dan lebih banyak personel untuk bekerja cepat [pada] menyelamatkan korban yang terperangkap di bawah gedung.” “Kendala kami di sini adalah kami tidak memiliki alat berat untuk menyelamatkan mereka,” kata Saidar Rahmanjaya, Kepala Badan SAR Daerah Mamuju, Sulawesi Barat, kepada televisi lokal.

Arianto Ardi, Kepala Seksi Badan Pencarian dan Penyelamatan Mamuju, mengatakan kepada CNN bahwa petugas telah menyelesaikan evakuasi di tiga rumah yang musnah akibat gempa. Badan tersebut mengevakuasi delapan orang dari rumah pertama. Tiga orang selamat dan lima orang meninggal. Kesulitan lain adalah kurangnya komunikasi di antara tim penyelamat, karena jaringan telepon lokal terputus setelah gempa, katanya, seraya menambahkan bahwa ada delapan lokasi di mana orang-orang sangat membutuhkan pertolongan. Shalahuddin Salman, warga Mamuju, mengatakan banyak orang yang terjebak karena sedang tidur saat gempa melanda tengah malam. “Kami menyelamatkan empat anggota keluarga tapi satu masih tidak bisa dievakuasi,” katanya kepada CNN setelah dia dan beberapa orang lainnya menyelamatkan sebuah keluarga dari bawah gedung yang runtuh. “(Dia) terjebak di dalam gedung. Kami yakin dia sudah mati.”

Shalahuddin mengatakan, dia khawatir banyak orang yang terjebak di bawah puing-puing rumah sakit swasta Mitra Manakara, bangunan berlantai delapan yang telah diratakan oleh gempa. Sementara itu, ribuan orang yang berhasil mengungsi memilih untuk menjauh dari rumah mereka karena takut akan gempa atau tsunami lagi, kata Komisaris Besar Polisi Sulawesi Barat Syamsu Ridwan. “Ada yang pergi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari tsunami, meski sudah dipastikan tidak ada tsunami pasca gempa besar ini,” ujarnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika negara itu mengatakan gempa itu tidak memicu tsunami berdasarkan pemodelan badan meteorologi dan klimatologi. Gempa juga memicu pemadaman listrik dan menyebabkan tiga kali longsor di sepanjang jalan utama yang menghubungkan Majene dan Mamuju. Beberapa jam sebelumnya pada hari Kamis, gempa berkekuatan 5,9 melanda di distrik yang sama merusak beberapa rumah. Mengangkangi apa yang disebut “Cincin Api” Pasifik, Indonesia, negara dengan aktivitas tektonik tinggi, secara teratur dilanda gempa bumi. Pada 2018, gempa berkekuatan 6,2 skala Richter yang menghancurkan dan tsunami berikutnya melanda kota Palu, di Sulawesi, menewaskan ribuan orang.

Sumber : cnn.com.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *